Buah Karya : Nawang Indah C.
Panggil aku “Sang Aventurir Waktu”
Diriku berkelana, diriku merindu
Diriku bertanya, diriku berupaya
Mencari segenggam pusaka digdaya
Pukauku, Oh, Sua Damar Bena
Duh, Sua Damar Bena
Ku telisik kau ke berbagai
benua
Ku selami kau ke pusaran
samudera
Tuk genggam, tuk jadikan kau
pukauku
Pukauku, Oh, Damar Bena
Bukankah kau sudah tahu?
Kesaktian akan Sua Damar Bena
Kilau silaunya membuatku terjun bebas
Bebas ke kumparan nila
Yang akhirnya ku terjatuh
Terjatuh ku di lubuk memori lampau
Mengulang sekilas nostalgia seakan ku merubah sejarah
Kelabu menjadi jingga
Bukankah kau sudah tahu?
Kesaktian akan Sua Damar
Bena
Pesona auranya membuatku
terbang
Terbang melayang bebas bak layang-layang
Hingga ku terjerembat di
gumpalan bayangan
Bayangan awan-awan tampan
Tuk kutilik indahnya jalan
Jalan hidupku di masa depan
Duhai, Sua Damar Bena
Bila kau memang benar berpihak padaku
Bila kau memang benar adanya untukku
Bila kau ikhlas tuk jadi milikku
Janganlah kau coba tuk lepas dari genggamku
Biarkan aku mengulang sedulang memori indahku
Biarkan aku menjajak setapak masa depanku
Dan tetaplah jadi pukauku oh pusaka digdaya diriku
Karena diriku inilah “Sang
Adventurir Waktu”
PUKAUKU, OH, SUA DAMAR BENA!
(Nawang Indah Cahyaningrum dalam karyanya, Pukauku, Oh, Sua Damar Bena, 2018)
Komentar
Posting Komentar